Menu Click to open Menus
Home » 24 » Hukum 1 The 48 Laws of Power

Hukum 1 The 48 Laws of Power

(540 Views) July 10, 2019 9:48 pm | Published by | Comments Off on Hukum 1 The 48 Laws of Power

Hukum 1 The 48 Laws of Power – Never Outshine The Master.

Hello para sahabatku. Hari ini aku mau berbagi dengan kalian semua tentang sebuah buku yang sangat – sangat popular sejak diterbitkan pada tahun 1998. Buku ini ditulis oleh Robert Greene. Beliau adalah seorang penulis yang sangat terkenal di abad ini. Sejak diterbitkan, buku ini telah terjual lebih dari 1,2 juta eksemplar. Jadi, tentunya, para sahabat tahu bahwa buku ini sangat laris di pasar. Judul buku ini adalah The 48 Laws of Power. Atau mungkin bisa diterjemahkan dengan 48 hukum kekuasaan. Buku ini berbicara tentang bagaimana orang – orang hebat di zaman kuno hingga renaissance mencapai kekuasaan yang tinggi dengan bijaksana. Sebagai informasi untuk Anda, bahwa semua hukum kekuasaan yang ada pada buku ini, masih sangat relevant dalam kehidupan kita hari ini. Jadi, langsung saja. Mari kita mulai dengan bab yg pertama yakni

Hukum 1 The 48 Laws of Power - Never Outshine The Master
Keterangan Artikel Hukum 1 The 48 Laws of Power – Never Outshine The Master: foto di atas adalah foto cover buku The 48 Laws of Power.

Hukum 1

Never Outshine The Master / Jangan Pernah Melebihi Sang Master.

Judgment atau Pertimbangan

Selalu buat mereka yang di atasmu merasa hebat/ unggul. Dalam hasratmu untuk menyenangkan atau membuat mereka terkesan, jangan terlalu jauh menunjukkan bakatmu, kalau tidak, Anda akan mencapai yang sebaliknya – menciptakan ketakutan dan ketidakamanan pada tuanmu. Buatlah Mastermu/ tuanmu tampil lebih cemerlang dan anda akan mencapai kekuasaan/ posisi yang tinggi.

Transgression atau Pelanggaran Hukum

Nicolas Fouquet adalah menteri keuangan raja Louis XIV pada tahun – tahun pertama kekuasaan sang raja. Fouquet ini adalah seorang yang baik hati yang suka akan pesta pora, cewek – cewek cantik dan puisi. Dia juga mencintai uang karena dia menyukai gaya hidup yang mewah. Fouquet adalah sosok yang cerdas dan sangat penting dalam kerajaan. Pada tahun 1661, ketika si Perdana menteri, Jules Mazarin meninggal dunia, Fouquet yang saat itu adalah menteri keuangan diharapkan untuk menggantikan si Perdana Menteri. Akan tetapi, anehnya, sang raja, Louis XIV justru menghapus posisi tersebut dari sistem pemerintah dalam kerajaannya.

Ini dan tanda – tanda lainnya, membuat Fouquet curiga bahwa sang Raja tidak menyukai dia. Maka, dia memutuskan untuk membuat sebuah pesta terbesar yg spektakuler untuk mengambil hati sang Raja.

Secara tersurat tujuan pesta ini adalah untuk memperingati selesainya istana Fouquet, Vaux-le-Vicomte. Namun, sebenarnya tujuan utama diadakan pesta mewah itu adalah untuk mengambil hati sang Raja Louis XIV.

Banyak orang hebat dan terkenal diundang dan menghadiri pesta tersebut. Disediakannya teater yang super spektakuler. Musicnya pun dimainkan oleh orang – orang hebat di negerinya bahkan diadakannya pertunjukan petasan yang luar biasa dan berbagai macam pertunjukan lainnya. Dalam pesta tersebut, para tamu dijamu dengan 7 macam makan malam yang sangat istimewa. Makanan – makanan yang tersedia pun adalah makanan yang berasal dari Timur (Asia) yang belum pernah dirasakan di Perancis. Pokoknya saat itu, banyak orang mengatakan bahwa ini adalah pesta yang paling hebat, spektakuler dan luar biasa yang pernah diadakan di Eropa.

Pada hari berikutnya, Fouquet ditangkap oleh kepala serdadu sang raja atas tuduhan pencurian kekayaan kerajaan atau korupsi. Padahal kebanyakan korupsi atau pencurian itu terjadi atas sepengetahuan sang raja dan atas izin sang raja sendiri. 3 bulan kemudian, Fouquet diadili dan dimasukkan ke dalam penjara yang paling terisolasi di Perancis di Pegunungan Pyrenees. Dia menghabisi sisa waktu hidupnya di penjara tersebut selama 20 tahun.

Raja Louis XIV di Versailles, hukum 1 the 48 laws of power

Keterangan Artikel Hukum 1 The 48 Laws of Power – Never Outshine The Master: Patung raja Louis XIV di istana Versailles.

Interpretasi

Raja Louis XIV sebenarnya adalah seorang raja yang sangat bangga, sombong dan selalu ingin menjadi pusat perhatian semua orang kapan saja dan di mana saja. Dia tidak ingin seorangpun melebihi dia, apalagi menteri keuangannya. Yang mana kalau dipikir – piker, si menteri itu digaji dari kekayaan sang Raja. Makanya ketika Fouquet, si menteri keuangan menciptakan sebuah pesta yang super spektakuler justru membuat sang Raja tersinggung. Sang Raja merasa tidak aman dan merasa ada yang menyaingi dia. Setiap senyum dan hormat yang diberikan para tamu kepada Fouquet membuat sang Raja makin tersinggung. Seolah – olah saat itu, yang paling dihormati dan dihargai bukanlah sang raja melainkan menterinya.

Sebenarnya tujuan utama pesta itu adalah untuk dipersembahkan kepada sang raja. Ini untuk menunjukkan kesetiaan dan devosinya kepada sang raja. Fouquet ingin menunjukkan relasinya dengan orang – orang yang hebat dan terkenal, popularitasnya, dan seleranya yang tinggi kepada sang Raja. Dia ingin menunjukkan kepada sang raja bahwa dia layak menjadi Perdana Menteri menggantikan Jules Mazarin.

Akan tetapi, seperti yang tadi aku katakan bahwa semuanya itu hanya membuat sang raja merasa disaingi oleh si menteri ini. Itulah yang membuat sang raja ingin menyingkirkan Fouquet, si menteri keuangan tersebut. Dan dengan alasan yang diketahui sang raja dengan jelas (seperti yang tadi telah aku katakan bahwa semua korupsi yang dilakukan Fouquet atas izin sang raja), Fouquet akhirnya disingkirkan ke penjara yang paling terisolasi di Perancis.

Setelah Fouquet dipenjara, Raja Louis XIV mengangkat Jean-Baptiste Colbert sebagai penggantinya. Si Jean Baptiste Colbert ini terkenal akan kekikirannya. Dia sangat kikir dalam urusan uang. Dia selalu membuat pesta yang paling membosankan dan hemat sekali dalam pengeluaran uang. Si Colbert selalu memastikan semua uang yang masuk ke dia, langsung menuju tangan sang Raja.

Sang Raja kemudian, menggunakan uang tersebut untuk menciptakan istana yang lebih mewah daripada istana Fouquet dan mengadakan pesta yang jauh lebih mewah ketimbang pesta yang diadakan Fouquet sebelumnya. Ini sebenarnya mau menunjukkan kepada orang Eropa bahwa tidak ada seorang pun di dunia ini yang bisa menyaingi Raja Louis XIV. Istana yang dibangunnya sampai sekarang masih ada dan kita kenal dengan nama Istana Versailles.

Sekali lagi, jangan pernah melebihi tuan mu or else you’ll pay the price.

Observance of the law atau Kepatuhan pada hukum

Pada awal tahun 1600-an, Ahli astronomi dan matematika asal Italia, Galileo Galilei berada pada posisi yang sulit. Dia membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, untuk kepentingan riset dan pengajarannya. Akan tetapi, saat itu sangatlah sulit untuk mendapatkan uang yang mencukupi semua kebutuhannya itu. Meskipun seperti para ilmuwan lainnya, ketika dia menciptakan atau menemukan sesuatu, dia selalu mempersembahkan semuanya itu kepada para penguasa di Italia. Contoh: ketika dia menciptakan kompas militer, dia persembahkan kompas tersebut ke adipati Gonzaga dan buku petunjuknya ke Dinasti Medici. Kedua penguasa tersebut tentunya senang akan persembahan tersebut. Melalui merekalah, Galileo mendapatkan murid untuk diajarkan.

Akan tetapi, sehebat apa pun penemuan Galileo, para penguasa tersebut tidak pernah membayar dia dengan uang. Mereka membayar dia dengan hadiah lainnya.

Maka dari situ, dia ingin mencoba sesuatu yang lain. Dia ingin mendapatkan uang untuk berbagai keperluannya.

Pada tahun 1610, ketika dia menemukan bulan – bulan Jupiter, dia berencana untuk mempersembahkan penemuannya ini khusus untuk Dinasti Medici saja. Dia tidak mau membagi – bagi penemuannya itu ke  para penguasa lainnya dalam negeri Italia seperti yang sering dilakukannya dulu.

Dia memilih keluarga Medici karena satu alasan. Bahwa ketika Cosimo I mendirikan dinasti Medici pada tahun 1540, dia menjadikan Jupiter sebagai symbol Medici. Symbol ini merupakan sebuah symbol yang sangat hebat, sangat powerful. Sebuah symbol kekuasaan yang melebihi sistem politik dan perbankan. Simbol yang dihubung – hubungkan dengan Roma dan keilahiannya.

Dia mempersembahkan penemuannya juga tepat ketika Cosimo II ditakhtakan. Dia menggambarkan Jupiter dan keempat bulannya bagaikan keluarga dinasti Medici. Kebetulan saat itu jumlah anak laki – laki dari Cosimo I (sang ayah) sama dengan jumlah bulan Jupiter, yang adalah 4. Galileo menggambarkan bahwa Cosimo I itu bagaikan Jupiter sendiri yang selalu dikelilingi oleh ke empat putranya, seperti Jupiter yang dikelilingi oleh ke 4 bulannya. Ini tentunya membuat dinasti Medici sangat – sangat bangga karena keluarga mereka disamakan dengan kekuatan kosmik. They reflect the heaven’s glory.

Dengan persembahan itu, pada tahun yang sama juga, Cosimo II menjadikan Galileo, Filsuf dan ahli matematika resmi pengadilan dinasti Medici dengan gaji penuh. Ini tentunya bagi Galileo sebuah hadiah yang luar biasa. Dia sekarang bisa mencukupi segala kebutuhannya dengan gaji tersebut. The days of begging for patronage were over.

Interpretasi

Hanya dengan sebuah strategi baru, Galileo mendapatkan lebih banyak (dalam hal ini uang tunai) daripada tahun – tahun sebelumnya. Semua itu karena satu alasan: Semua Tuan ingin tampil lebih cemerlang ketimbang orang lain.

Mereka tidak peduli tentang sains atau penemuan terbaru atau apa pun. Mereka hanya peduli dengan nama dan kekuasaan mereka.

Galileo memberikan keagungan yang luar biasa kepada dinasti Medici dengan cara menghubungkan nama mereka dengan kekuatan kosmik.

Dia tidak mempermalukan mereka dengan kemampuan intelektualnya. Dia tidak menantang kepintaran keluarga Medici dengan penemuan barunya. Dia tidak membuat mereka merasa inferior. Melainkan dengan kemampuan intelektualnya, Galileo membuat tuannya, keluarga Medici, bercahaya lebih cemerlang ketimbang para penguasa lainnya di Italia. He did not outshine the master, he made the master outshine all others.

Kunci untuk mencapai kekuasaan.

Setiap orang punya ketidakamanan atau yg dikenal dengan insecurity. Ketika Anda menunjukkan kehebatan anda, Anda sebenarnya memancing kecemburuan, kemarahan dan berbagai menifetasi ketidakamanan lainnya. Tapi Anda juga tidak usah terlalu cemas karena memikirkan perasaan orang lain yang posisinya setara dengan anda apalagi yg berada di bawah Anda.

Akan tetapi, dengan mereka yang berada di atas Anda, Anda harus mengambil pendekatan yang berbeda. Never outshine the masters. Jangan pernah melebihi tuan – tuan mu.

Siapa aja tuan – tuan yang dimaksud? Tentu saja mereka yang berada di atasmu, Manager Anda, Direktur anda, Supervisormu atau siapa saja yang berada di atasmu.

Kunci untuk mencapai kekuasaan:

  1. Jangan melebihi tuan – tuanmu. Jika ada tuan yang super duper merasa tidak aman dengan kualitas dirimu seperti kecantikan atau kegantengan dan lain – lain, hindari mereka. Atau cari cara untuk menghilangkan atau mengurangi kualitas dirimu ketika berada di sekitar mereka.
  2. Jangan pernah berpikir bahwa saat ini ketika Anda adalah favorit tuan mu maka Anda bisa melakukan segalanya seenak hati. Jangan coba – coba menyamakan posisi Anda dengan tuanmu.
  3. Anda sebaiknya menyanjung atau memuji tuanmu. Tapi sanjungan punya batasnya. Sanjungan yang bijaksana sangat powerful/ dahsyat.

Note:

Jika tuan mu lemah, maka tidak ada yang perlu ditakuti untuk melebihi dia. Jangan berbelas kasih saat itu.

Ukur kekuatannya. Jika dia lemah, tunjukkan kekuatanmu dan Anda akan memenangkan kekuasaannya. JIka tuanmu sangat – sangat lemah, biarkan alam yang bekerja. Dia pasti akan terjatuh dengan sendirinya. Akan tetapi, jika tuanmu kuat dan hebat, maka Anda tahu di mana posisi Anda. Tunggulah dulu dan bersabarlah. Suatu hari, dia akan terjatuh. Jika dia terjatuh, mainkan permainan Anda dengan benar dan bijaksana maka Anda akan melebihi dia suatu hari.

Ingat! Never outshine your master. Jangan melebihi tuanmu.

Sebelum aku tutup video kali ini, aku mau bertanya kepada para sahabat sekalian. Apakah para sahabat pernah mengalami sebuah peristiwa yang menggambarkan hukum pertama ini? Atau mungkin teman Anda yang mengalaminya? Bagikan pengalaman Anda atau teman anda di kolom komentar di bawah ini.

Dan sekian yang bisa aku bagikan dengan para sahabat pada video kali ini. Saya Bonefasius Falo, Sampai jumpa di hukum ke dua buku The 48 laws of power.

Never Outshine The Master.
Hukum 1 The 48 Laws of Power – Never Outshine The Master

Categorised in:

Comment Closed: Hukum 1 The 48 Laws of Power

Sorry, comment are closed for this post.

error: Content is protected !!